Tipe soalnya banyak dan dibagi secara acak, jadi susah mencontek, berarti dalam satu kelas hanya ada empat siswa yang soalnya sama.
-- Haikal
"Lima paket soal itu dalam mata pelajaran yang sama, misalnya A, B, C, D, dan E, dibagi secara acak berdasarkan nomor kursi atau nomor ujian," kata seorang siswa SMAN 24 Jakarta, Leonardus Aryo, Senin (28/3/2011).
Selain Aryo, beberapa siswa mengaku lima paket soal ini adalah hal yang paling mereka khawatirkan pada UN nanti. Mereka mengatakan, semakin banyak tipe soal pada satu mata pelajaran akan menyulitkan mereka, terutama untuk mencontek.
"Tipe soalnya banyak dan dibagi secara acak, jadi susah mencontek, berarti dalam satu kelas hanya ada empat siswa yang soalnya sama," kata Haikal, seorang siswa SMAN 29 Jakarta.
"Jelas, kami kesulitan, apalagi duduknya berjauhan dan kami tidak mungkin melewati UN tanpa mencontek," tambahnya.
Sugiyatno, Staf Kurikulum SMAN 29 mengatakan, seandainya para siswa benar-benar siap menghadapi UN, berapapun banyaknya paket soal itu seharusnya tidak menjadi kendala.
"Seharusnya tidak dijadikan kendala, asalkan mereka benar-benar siap menghadapi UN," kata Sugiyatno.










0 komentar
Posting Komentar